Hari ini,
Kami dendangkan shalawat ke hadiratmu
Dan sungguh....
tetap saja tak mampu kami bayangkan sosok agungmu
Wahai kekasih,
Pemimpin kafilah ummat dunia akhirat
Ya Rasul,
Sahabatmu dapat menatap wajah indahmu
Sungguh Aku tak bisa....
Sahabatmu dapat berjihad dibawah panjimu
Sungguh Aku tak dapat...
Namun, Ya Rasulullah..
Terimalah kami sebagai bala tentaramu
Bala tentara akhir zaman
Ijinkanlah kami berjuang atas namamu
Dengan apapun yang kami punya
Ijinkan kami melangkah...
Meniti jejak langkah-lagkah indahmu
Jauh zaman jarak darimu
Namun, sambungkanlah barakah cintamu
Mengiringi langkah-langkah lemah kami
Kuatkanlah....tatkala oleng dan limbung
Tegakkanlah.....tatkala serong dan layu
Kelemahan kami ya Rasul...
Mengharap doa-doamu
kealpaan kami ya Nabi....
Mengharap indahnya syafaatmu
Ya Rasulullah...
Terimalah kami sebagai bala tentaramu
Ijinkan lidah kami sebagai penyambung risalah
Dan semua usia kami dalam jalanmu
Assholatu wassalamu 'alaika ya Rasulullah
Maulid Nabi, 12 Rabiul Awwal 1439 H/ 1 Desember 2017
Minggu, 03 Desember 2017
Senin, 27 November 2017
Mohon Ampun...
Saat kubuka media sosial,
ku lihat berita korupsi tokoh nasional
Tak terkira hujatan,
Tak terperi ledekan
Ada rasa bahagia diam-diam
Inilah hiburan gratis menyenangkan
Yang demikian, mungkin memang ia layak
Agar menjadi pelajaran orang banyak
Namun mari kita saksikan
Agar diri kita tak miskin panduan
Dalam hati, diam-diam tanpa terasa aku ikut mencibirnya
Aku mengutuknya, seolah mustahil terjadi padaku
Tak sepotong doa terdengar
Agar datang petunjuk dan hidayah padanya
Tak secuilpun muncul harapan
seolah layaklah itu kutukan
Tak tahu kenapa, hatiku luluh bergetar
Tatkala mengingat sebuah kisah
Seorang wanita tuna susila yang meninggal husnul khatimah
Hanya karena dalam hatinya masih ada secuil harapan
Akan masa depan dan Ampunan Tuhan
Sontak aku tak lagi memikirkannya
Aku terpaku, gelisah akan diriku
Memikirkan diri ini di akhir hayat
Jangan-jangan, sang tokoh mendapat anugrah ampunan
Sedang aku, ....terlempar dalam kebinasaan
Karena memelihara rasa sombong diam-diam
Surabaya, 23 November 2017
ku lihat berita korupsi tokoh nasional
Tak terkira hujatan,
Tak terperi ledekan
Ada rasa bahagia diam-diam
Inilah hiburan gratis menyenangkan
Yang demikian, mungkin memang ia layak
Agar menjadi pelajaran orang banyak
Namun mari kita saksikan
Agar diri kita tak miskin panduan
Dalam hati, diam-diam tanpa terasa aku ikut mencibirnya
Aku mengutuknya, seolah mustahil terjadi padaku
Tak sepotong doa terdengar
Agar datang petunjuk dan hidayah padanya
Tak secuilpun muncul harapan
seolah layaklah itu kutukan
Tak tahu kenapa, hatiku luluh bergetar
Tatkala mengingat sebuah kisah
Seorang wanita tuna susila yang meninggal husnul khatimah
Hanya karena dalam hatinya masih ada secuil harapan
Akan masa depan dan Ampunan Tuhan
Sontak aku tak lagi memikirkannya
Aku terpaku, gelisah akan diriku
Memikirkan diri ini di akhir hayat
Jangan-jangan, sang tokoh mendapat anugrah ampunan
Sedang aku, ....terlempar dalam kebinasaan
Karena memelihara rasa sombong diam-diam
Surabaya, 23 November 2017
Semunya Cintaku ?
Usia menjelang senjaku
Masih datang rasa sedihku
Akan kelalaian
Tentang pengingkaran.....
Mengapakah,
Tak jua menjadi pengingat
Datangnya uban yang memutih sangat
Tak hendak penuh bersimpuh
Di kala badan utuh berkeluh
Ku saksikan setiap saat
Perginya satu persatu sahabat
Entah mengapa,
Belum penuh dada bertekad
Menghadap Tuhan penuh bertaubat
Ya Allah....Tuhan semesta
Bukakan mata, luaskan dada
Agar cinta hadir sepenuh jiwa
Biarkanlah semua menjelma indah
Tiada berat, tiada duka
Mencinta-Mu penuh gelora
Surabaya, 27 Nov 2017
Masih datang rasa sedihku
Akan kelalaian
Tentang pengingkaran.....
Mengapakah,
Tak jua menjadi pengingat
Datangnya uban yang memutih sangat
Tak hendak penuh bersimpuh
Di kala badan utuh berkeluh
Ku saksikan setiap saat
Perginya satu persatu sahabat
Entah mengapa,
Belum penuh dada bertekad
Menghadap Tuhan penuh bertaubat
Ya Allah....Tuhan semesta
Bukakan mata, luaskan dada
Agar cinta hadir sepenuh jiwa
Biarkanlah semua menjelma indah
Tiada berat, tiada duka
Mencinta-Mu penuh gelora
Surabaya, 27 Nov 2017
Langganan:
Postingan (Atom)