Saat kubuka media sosial,
ku lihat berita korupsi tokoh nasional
Tak terkira hujatan,
Tak terperi ledekan
Ada rasa bahagia diam-diam
Inilah hiburan gratis menyenangkan
Yang demikian, mungkin memang ia layak
Agar menjadi pelajaran orang banyak
Namun mari kita saksikan
Agar diri kita tak miskin panduan
Dalam hati, diam-diam tanpa terasa aku ikut mencibirnya
Aku mengutuknya, seolah mustahil terjadi padaku
Tak sepotong doa terdengar
Agar datang petunjuk dan hidayah padanya
Tak secuilpun muncul harapan
seolah layaklah itu kutukan
Tak tahu kenapa, hatiku luluh bergetar
Tatkala mengingat sebuah kisah
Seorang wanita tuna susila yang meninggal husnul khatimah
Hanya karena dalam hatinya masih ada secuil harapan
Akan masa depan dan Ampunan Tuhan
Sontak aku tak lagi memikirkannya
Aku terpaku, gelisah akan diriku
Memikirkan diri ini di akhir hayat
Jangan-jangan, sang tokoh mendapat anugrah ampunan
Sedang aku, ....terlempar dalam kebinasaan
Karena memelihara rasa sombong diam-diam
Surabaya, 23 November 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar