zurich

zurich
Kolateral di tengah kota, Zurich Course Interventional Neuroradiology, Agustus 2016

Laman

Sabtu, 02 Mei 2026

Haji 2026: Mengoreksi Gerakan Tanpa Tujuan


Surabaya, Ahad, 3 Mei 2026. Cuaca berawan, antara 24-32 derajad celcius. Jamaah 49 orang, Haji Khusus dari 4 travel (An Nur Karah Agung Surabaya, Nur Haramain Probolinggo, Andromeda Atria Surabaya, Nur Dhuha Surabaya), bersiap menuju Madinah. Dengan Pelita Air menuju Jakarta. Bersambung Qatar Air menuju Doha dan Madinah.

Bacaan Talbiah yang disenandungkan menggetarkan hati yang lelah. Lelah dengan aksi siklis kehidupan, aksi siklis yang kosong. Rutinitas dunia yang tiada henti. Suatu gerakan tanpa tujuan. Sirkuit celaka. Celakalah orang yang lalai dan bermegah-megah dalam kehidupan dunia, demikian disampaikan surat At Takatsur.

Hidup siklis tanpa arah, seperti kehidupan dengan jasad tanpa ruh. Maka tatkala jamaah melakukan niat berhaji, ia keluar dari rumahnya sendiri menuju rumah Allah, keluar dari egonya sendiri menuju rumah ummat manusia.

Dengan haji, jamaah keluar dari jaring kusut kehidupan. Bukankan tabiat manusia telah berubah? Manusia sejatinya dibanggakan Allah dihadapan para malaikat sebagai khalifah di bumi, diajarkan nama-nama, dan malaikatpun bersujud kepadanya. Kekuatan sistem sosial telah mengubah manusia menjadi orang asing dan lalai. Tujuannya bukan lagi Allah. Tujuanya adalah dirinya sendiri.

Tinggalkan sekelilingmu dan pergilah ke tanah suci. Engkau akan menjumpai Allah. Engkau akan menemukan dirimu sendiri, keterasinganmu akan sirna.

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika laa syaikalakalabbaik.

Rabu, 12 November 2025

Di Masjid Nabawi: Kabarkanlah Tentang Ibu

Salam Ta'dzim untuk Baginda
Sampaikanlah,
Ibu kami, Nur Hidayati
Sungguh sepenuh hati
Mencintai Baginda Nabi

Beliau ajarkan kami,
Sejak kanak dan dini
Puisi Indah, 
Muhammad yang Agung
Sepanjang waktu melarung

Puisi itu dituliskan
Di kertas nurani,
Jiwa-jiwa kecil
Yang polos dan suci

Kisah dan sirah
Diceritakan, 
Pada kami dan para santri, 
Penuhi rumah kecil di sore hari

Pesan ibunda,
Wahai anakku
Lakukanlah ini,
Kerjakan itu,
Karena Nabi mengamalkan-nya

Hidari ini,
Jauhi itu,
Karena Nabi 
Tak menyukai-nya

Di Masjid Nabi
Salam Ta'dzim untuk Baginda
Mohonkanlah syafaat bagi Ibunda
Bahagialah saja berkumpul bersama Mereka, para pecinta

Jakarta, GA 324 CGK SBY, 8 Nov 2025

Senin, 10 November 2025

Neuron Tanpa Sinaps 

Ada... ruang di kepala kita,
yang dulu penuh cahaya,
kini... hanya gema logika.

Neuron menyala,
tapi tanpa sinaps.
Tak ada arus yang menghubungkan satu jiwa dengan jiwa lain,
hanya listrik dingin —
menyala, padam, menyala lagi —
otomatis.

Kita...
para penjaga kesadaran,
para pemelihara sistem saraf kehidupan,
perlahan berubah jadi mesin,
berfungsi sempurna... tanpa makna.

Kita bicara tentang empati,
tapi menuliskannya di laporan,
bukan di hati.
Kita mendiagnosis jiwa,
namun lupa menyembuhkan hening dalam diri sendiri.

Neuron tanpa sinaps — begitulah kita.
Saling tahu, tapi tak lagi terhubung.
Saling hadir, tapi tak benar-benar bersama.

Dan pada akhirnya...
bahkan otak yang paling brilian pun beku,
jika tiap neuron memilih berdiri sendiri,
lupa —
bahwa berpikir pun...
butuh cinta.